Senin, 10 September 2012

ENGINE

1.Engine Ass’y
Suatu komponen yang mempunyai beberapa system : Cooling system, Fuel system, Air system, dan Lubricating system, antara masing masing sistem saling mendukung. Fuel akan diinjeksikan keruang bakar setelah udara dikompresikan agar terjadi proses pembakaran, yang menghasilkan tenaga thermis, selanjutnya dengan mekanisme crankshaft akan dirubah menjadi tenaga mekanis. Untuk mempertahankan agar temperature engine selalu dalam range kerja, maka air pendingin akan disirkulasikan melalui cooling system, sedangkan lubricating system akan melumasi semua bagian komponen yang bergerak, sehingga tidak terjadi keausan.

2.Radiator & Sub Tank
Type yang digunakan adalah Core type. Dengan mempunyai luas bidang pendinginan yang besar pada core dan fin, maka panas air yang mengalir melalui dalam core akan serap oleh permukaan fin dan didinginkan dengan hembusan atau hisapan angina yang dihasilkan oleh fan. Radiator mempunyai Upper tank sebagai penampung air dari system, sedangkan Lower tank menampung air yang sudah didinginkan untuk dialirkan ke cooling system.
Sub tank berupa tank kecil (reservoir) tempat menampung air dan dihubungkan dengan hose outlet pressure-vaccum valve, sehingga selain berfungsi untuk mengetahui level air (saat penambahan) juga akan mengalirkan air menuju radiator saat vaccum valve terbuka, sedangkan saat preesure valve bekerja, air akan dialirkan dari radiator menuju sub tank.

3.Rubber Mounting & Bolt
Rubber yang dipasang dan diikat dengan bolt sebagai dudukan engine pada chasis / frame, yang berfungsi untuk meredam getaran yang terjadi pada engine atau chasis, sehingga tidak saling mempengaruhi.

4.Fan & Pulley
Fan dan pulley  dipasang menjadi satu  pada bagian depan engine, Fan mempunyai beberapa (6) buah blade sedangkan pulley dihubungkan dengan Fan belt terhadap pulley damper (crankshaft). Sehingga saat engine hidup, fan akan berputar untuk menghisap atau menghembuskan udara yang digunakan untuk mendinginkan air radiator.

5.Air cleaner
Suatu komponen yang dipasang pada sisi inlet Air system, dan terdiri dari Outer dan Inner element, biasanya pada Air cleaner dipasang menjadi satu dengan Pre Cleaner. Air cleaner berfungsi untuk menyaring kotoran (debu), sehingga udara yang masuk keruang bakar menjadi bersih, sedangkan untuk membuang debu (kotoran) yang menumpuk dalam Air cleaner housing digunakan Evacuator valve atau Ejector Pipe.

6.Fan guard
Dipasang pada radiator, sebagai pengaman fan dari benda asing dan juga untuk memfokuskan aliran hembusan atau hisapan fan.

7.Drain Valve
Valve yang terletak dibagian bawah engine oil pan yang berfungsi untuk membuang atau mendrain oli dari dalam oil pan, biasanya terdiri dari dua buah bolt plug.

8.Sheet, wind break, spons (Busa Penyekat)
Busa yang dipasang pada sekeliling radiator dan berfungsi memfokuskan aliran hembusan atau hisapan udara yang dihasilkan oleh fan, sehingga efesiensi pendinginan radiator dapat lebih maksimal.

9.Branch (pulsation damper hose)
Hose parallel output pump yang diblok, dengan tujuan untuk meratakan dan meredam getaran yang timbul akibat bervariasinya flow discharge main pump. (sebagai pulsation damper)

10.Engine Stop Motor
Motor electric type step motor yang digunakan untuk menggerakkan linkage shut-off valve FIP, sesuai arus perintah (command current ) dari starting switch atau Engine controller, sehingga engine dapat dihidupkan atau dimatikan sesuai posisi starting switch.

11.After cooler (Water to Air)
Berbentuk multilayer type dimana air radiator dialirkan didalamnya, after cooler dipasang dalam intake manifold, sehingga udara dari turbocharger yang akan menuju keruang bakar akan didinginkan oleh air radiator, sehingga tingkat kerapatan molekul udara lebih padat.

12. Inter cooler (Air To Air)
Berbentuk core type dan di dalam core dialirkan udara dari turbocharger yang akan menuju ruang bakar, sehingga panas udara yang mengalir dalam core akan diserap oleh fin dan didinginkan dengan media udara yang dihembuskan atau dihisap oleh fan, sehingga tingkat kerapatan molekul udara lebih padat. Jika dibandingkan dengan After cooler, penggunaan Inter Cooler lebih meningkatkan tingkat kerapatan molekul udaranya, karena temperature lebih dingin.

12.Strainer Main Pump
Suatu saringan awal yang dipasang dalam hydraulic tank pada sisi input main pump, sehingga berfungsi untuk menyaring kotoran, agar oli yang dihisap oleh pump lebih bersih.

13.PTO (power take off), spliter box
Komponen yang dipasang pada sisi output engine dan berupa susunan beberapa gear, dimana putaran input akan direduksi dan dibagi menjadi beberapa output putaran penggerak yang digunakan untuk memutar main pump.

14.Main Pump
Suatu komponen yang dipasang pada  Power Take Off, yang mempunyai port suction yang dihubungkan dengan hydraulic tank dan port discharge yang dihubungkan ke system hydraulic work equipment (melalui High Filter Pressure), sehingga pada saat engine hidup, pump akan menghasilkan flow oli yang digunakan untuk menggerakkan actuator (motor, cylinder, spool/valve) dan bersama komponen lainnya akan menimbulkan pressure. Type pump yang digunakan adalah Variable Piston pump swash-plate type atau bent-axis type, sehingga perubahan sudut pump akan menyebabkan perubahan flow discharge pump. Pada dasarnya hydraulic pump merubah tenaga mekanis menjadi tenaga hydraulis.

15.Muffler
Suatu komponen yang dalam system dipasang diantara turbocharger dan exhaust pipe, yang berfungsi untuk meredam suara, menghilangkan percikan api dan menurunkan temperatur gas buang.

16.Damper
Suatu komponen yang dipasang diantara flywheel dengan input shaft PTO, berupa disc with torsional damper (spring type) yang berfungsi untuk meredam getaran yang timbul akibat perubahan torque saat terjadi perubahan load (beban kerja).

17.Connection cable
Sambungan yang digunakan pada wiring harness antara female dan male.

18.Governor motor
Motor electric type step motor yang digunakan untuk menggerakkan linkage throttle FIP, sesuai arus perintah (command current) dari Engine controller, sehingga putaran engine dapat diposisikan mati, low dan high idle ataupun menyesuaikan putaran dengan beban.

19.Under cover
Cover yang dipasang pada bagian bawah engine, untuk menghindari benturan dari bagian bawah saat unit beroperasi.

20.Engine hood
Cover yang dipasang pada bagian atas engine, untuk menghindari kejatuhan material saat unit operasi, dan biasanya mempunyai jendala yang bisa dibuka untuk memudahkan pekerjaan service atau repair.

21.Universal - Joint
Suatu komponen yang dipasang antara engine (rear damper) dan torque converter .Dengan menggunakan cross joint (spider joint)  pada kedua ujung shaft maka kemampuan meneruskan putaran dan tenaga lebih stabil, fleksibel. Jika menggunakan tipe shaft terpisah, maka antara kedua shaft (male and female) dihubungkan dengan menggunakan spline.

22.Shim
Berupa plat besi yang dipasang pada rubber mounting untuk adjustment kelurusan (aligment) engine terhadap torque converter (transmission.

23.Lock Plate
Berupa plat besi yang dipasang pada bolt mounting dan dilipat pada satu sisi kepala bolt, sehingga bolt tidak mudah kendor dengan sendirinya.

24.Cooling system connection
Sambungan yang berupa pipa dan atau hose (& clamp) yang digunakan pada cooling system Engine untuk mensirkulasikan air pendingin radiator.

25.Fuel system connection
Sambungan yang berupa pipa dan atau hose yang digunakan untuk mengalirkan fuel dari fuel tank ke nozzle atau injector, dan untuk mengembalikan sisa fuel yang tidak diinjeksikan kembali ke tank.

26.Air System connection
Sambungan yang berupa pipa dan atau hose yang digunakan untuk mengalirkan udara dari Air cleaner ke ruang bakar, yang selanjutnya gas buang dari ruang bakar dialirkan melalui muffler dan exhaust pipe.

27.Output drive damper (rubber damper)
Suatu komponen yang dipasang dan dihubungkan dengan flywheel engine, yang terdiri Outer body dan inner body, serta rubber yang berbentuk silinder yang dipasang diantara inner dan outer body. Dalam pemasangannya, 4 buah rubber cushion berdiameter kecil dan 4 buah rubber cushion berdiameter lebih besar (HD series, sedangkan pada D375 semua rubber berdiameter sama) digunakan untuk meredam getaran dan gaya puntir (twisting vibration) yang terjadi karena perubahan torque engine, dengan kemampuan elastisitas dan deformation yang dimiliki oleh rubber cushion.

28.Power train connection
Hubungan penyaluran tenaga engine ke power train, sehingga didapatkan mechanical loss yang kecil, dengan urutan sebagai berikut : Engine – Damper – Universal Joint – Torque Converter & PTO – Transmission – Universal Joint – Differential – Final Drive (tire).

29.Pressure & vaccum valve
Biasanya radiator cap sebagai pressure vaccum valve. Saat sebagai pressure valve akan berfungsi untuk mempertahankan pressure didalam system (radiator) lebih tinggi sebesar angka yang tertera pada cap, dengan tujuan untuk menaikkan titik didih air. Sedangkan saat air radiator dingin, akan berfungsi sebagai vaccum valve untuk mencegah terjadinya  kevakuman pada system.

30.Air Intake System
Suatu system pemasukan udara dari udara bebas ke dalam ruang bakar engine, agar jumlah udara yang diperlukan untuk proses pembakaran dapat maksimal sehingga power engine yang diharapkan dapat tercapai, maka digunakan komponen sebagai berikut : Pre Cleaner, Air Cleaner, Turbocharger, Inter Cooler atau After Cooler, Intake valve, Exhaust valve, Muffler dan Exhaust pipe.

31.Cooling System
Suatu system pendinginan engine agar temperature kerja engine selalu dalam range kerja, maka air radiator disirkulasikan kedalam system melalui komponen berikut . Radiator – Water pump Oil Cooler – Water jacket – Water Manifold – Thermostat – Radiator atau kembali ke water pump. Juga dipasang corrosion resistor untuk mencegah terjadinya karat dengan cara menetralisir keasaman air radiator.

32.Engine Related Part
Daftar part yang dibutuhkan atau dilakukan penggantian saat dilakukan Remove dan Install engine, sesuai umur yang direkomendasikan factory, dengan kondisi tidak terjadi kerusakan abnormal.

33.Fuel system
Suatu system penyuplaian bahan bakar dari tank menuju ruang bakar dengan pengaturan jumlah fuel yang diinjeksikan (quantity) dan saat penyemprotan (timing injection), agar didapatkan kwalitas pembakaran yang sempurna, maka system yang digunakan antara lain : FIP (mechanical atau Electric governor) & Nozzle, High Pressure Injection (Quantum series) & Injector, Common Rail Injection & Injector, Engine Management System & EUI (Volvo), dsb

34.Accelerator Pedal
Suatu komponen yang dipasang dalam kabin dan berupa pedal yang dioperasikan dengan kaki (diinjak), pada dasarnya acceletor pedal adalah potentiometer, sehingga saat pedal diinjak akan merubah nilai tahanan (resistance) sesuai dengan sudut injakan pedal. Nilai tahanan tersebut digunakan sebagai input sinyal ECU, sehingga output signal yang sesuai akan dikirimkan ke Injection pump (EDC) dan Injector (Volvo), untuk mengatur jumlah fuel yang diinjeksikan.

1.Endplay of crankshaft (w/ rubber damper)
Gerak bebas crank shaft searah sumbu (axial), pengukuran harus dilakukan sebelum dan setelah pemasangan damper.

2.Engine hunting
Putaran engine yang tidak stabil, naik turun tidak beraturan yang disebabkan ada udara yang masuk dalam fuel system dari sisi suction pump (misal terjadi kebocoran hose, o-ring dsb). Sehingga seolah olah terjadi perubahan Firing Order (urutan pembakaran).

3.Engine overheating
Suatu kondisi dimana temperature air pendingin diatas normal (+ 105oC), yang disebabkan keabnormalan cooling system : Thermostat jammed tertutup, radiator (core atau fin) buntu, Fan belt kendor, dsb

4.Coating/jointing material
Pemberian lapisan berupa liquid, (adhesive, gasket sealant, anti corrosive) pada bidang kontak dua komponen dengan tujuan agar tidak terjadi kebocoran, atau karat dan juga sebagai perekat.

5.ENS grease
Grease khusus yang direkomendasikan factory dan tidak boleh dicampur dengan sembarang grease. ENS grease digunakan pada output bearing, pilot bearing dan spline inner body-coupling yang mampu melumasi pada putaran tinggi.

6.Install & Remove Component (Mounting & Dismouting)
Suatu tindakan yang dilakukan untuk melepas dari unit dan memasang komponen baru atau lama ke atas unit sesuai dengan langkah kerja dan prosedur dari factory ( Shop manual ataupun QA), sehingga pekerjaan berjalan efektif dan effesien.

7.Engine Stand
Suatu kerangka besi yang digunakan sebagai dudukan engine sementara, pada saat dilakukan pekerjaan R & I engine. Dan pada saat mobilisasi sehingga engine bisa terhindar dari bahaya terbalik atau terguling sebelum engine dipasang pada unit dan setelah engine diturunkan dari unit.

8.Marking Of Component / Tracing
Tanda yang diberikan pada suatu komponen untuk mempermudah pemasangan kembali (pemberian tanda pada hose) dan mencegah pekerjaan berulang (pemberian tanda pada kepala bolt) dsb.


9.Free High Rubber Mounting
Elastisitas rubber mounting yang harus diberikan pada saat pengencangan bolt mounting, dan diindikasikan dengan panjang rubber, sehingga rubber bisa berfungsi untuk meredam getaran.

10.Prepare Running
Semua persiapan yang dilakukan sebelum engine dihidupkan pertama kali setelah diinstall pada unit, persiapannya meliputi, leveling oil, air radiator, pasang kabel battery, memastikan semua connector hose dan wiring sudah tersambung, dsb

11.Over Torque
Saat pengencangan bolt atau nut tidak menggunakan torque wrench atau tidak sesuai dengan standart torque, sehingga terjadi kelebihan torqueyang dapat berakibat bolt menjadi putus atau terpuntir.

12.Torque metode
Cara mengencangkan bolt atau nut secara bertahap dengan beberapa kali tingkat pengencangan, dimulai dari torque terkecil sampai torque standartnya.         

13.V-belt Alignment
Kelurusan v-belt antara drive pulley dengan driven pulley.

14.Adjustment
Suatu tindakan yang dilakukan dengan cara mengadjust suatu komponen agar ukuran dan kondisinya sesuai dengan standart (setting pressure, alignment, tension, clearance, etc)

15.Refilling
Pengisian kembali fuel, air, grease atau oli kedalam system, misalnya fuel akan habis setelah unit operasi atau oli yang didrain saat pekerjaan service atau repair. Untuk beberapa system, saat refilling, jumlah oli yang ditambahkan tidak sebanyak jumlah specifiednya, karena sebagian oli lama masih berada dalam system, misal oli hydraulic.
Suatu tindakan yang dilakukan untuk pengisian kembali oli, fuel, air dan grease.

16.Bleeding air of cylinder
Melakukan pembuangan angin yang terjebak dalam cylinder setelah penggantian hose atau cylinder, sehingga tidak terjadi cavitasi pada housing cylinder dan premature damage pada seal piston atau seal dust.

17.Bleeding air of main pump
Melakukan pembuangan angin yang terjebak dalam pump setelah pekerjaan service atau repair pump, ganti hose dsb, sehingga tidak terjadi cavitasi pada cylinder barrel piston pump.

18.Bleeding air of motor
Melakukan pembuangan angin yang terjebak dalam motor setelah pekerjaan service atau repair pump, ganti hose dsb, sehingga tidak terjadi cavitasi pada cylinder barrel piston motor.

19.Engine rubber Mounting
Rubber yang dipasang dan diikat dengan bolt sebagai dudukan engine pada chasis / frame, yang berfungsi untuk meredam getaran yang terjadi pada engine atau chasis, sehingga tidak saling mempengaruhi.

20.Engine Revolution (RPM)
Putaran engine sesuai dengan posisi pedal accelerator dan besar load yang terjadi berdasarkan sensor yang terpasang pada system control unit sebagai input sinyal ECU, sehingga didapatkan pengaturan jumlah fuel yang diinjeksikan dengan tepat.

21.Bleeding air from fuel system
Melakukan pembuangan angin yang terjebak dalam fuel system setelah pekerjaan repair atau penggantian filter atau hose suction dsb, sehingga engine mudah dihidupkan.

22.Belt Tension
Kekencangan v- belt, pengukuran dilakukan dengan menekan bagian tengah belt menggunakan push-pull scale dengan gaya tertentu (+6 kg) kemudian diukur deflection (penyimpangan) belt.

23.Center Fan Alignment
Kelurusan fan terhadap radiator, sehingga saat fan berputar, tidak mengenai fan guard dan agar hembusan atau hisapan fan lebih focus ke radiator.

24.Engine Name Plate
Plat yang dipasang pada engine block, yang berisi informasi engine meliputi. Type, Serial Number, Firing order, Timing Injection, Valve clearance.

25.Tightening Torque of standard bolt
Standart kekencangan bolt atau nut.

26.SWL ( Standart Weight Limit ) of Chain
Kemampuan maksimal dalam batas aman suatu sling (kawat baja) atau rantai dan alat angkat saat digunakan mengangkat beban

27.Disconnect & Connect
Tindakan yang dilakukan untuk melepas sambungan connector hose atau wiring harness dan menyambung kembali.

TOOL
1.Torque wrench
Alat yang digunakan untuk mengencangkan bolt atau nut sesuai dengan standart torquenya
Satuan : kgm, Nm, lbfeet

2.Tachometer
Alat yang digunakan untuk mengukur putaran engine. Satu set terdiri, probe, cable, tachometer, tachometer drive.

3.Pm Clinic Kit A
Seperangkat alat yang digunakan untuk mengukur item performance engine : Rpm, Blowby pressure, Exhaust temperature, dan cycle time : stop watch

Pm Clinic Kit B
Seperangkat pressure gauge yang digunakan untuk mengukur hydraulic pressure, boost pressure. Satuan gauge : 10, 25, 60, 400 kg/cm2, dan -760 -> 1500 mmHg.

4.Lifting belt
Sabuk yang digunakan untuk mengikat dan mengangkat komponen yang permukaannya halus, sehingga saat diangkat tidak merusak, menggores komponen.
Satuan : kg, ton

5.Lifting chain
Rantai yang digunakan untuk mengangkat komponen pada penggunaanya ujung rantai dipasang hock.
Satuan : kg, ton

6.Overhead crane
Alat angkat didalam workshop yang dapat bergerak ke semua arah horizontal dan naik turun (vertical)
Satuan : ton

7.Pressure gauge
Alat yang digunakan untuk mengukur pressure oli dalam system steering dan hydraulic.
Satuan : kg/cm2, Mpa

8.Convex scale
Alat yang digunakan untuk mengukur panjang dan jarak.
Satuan : cm, m

9.Power wrench
Alat untuk mengencangkan atau mengendorkan bolt atau nut yang memiliki torque besar, alat ini menggunakan prinsip reduksi putaran beberapa tingkat.
Satuan : kgm

10.Vernier caliper
Alat yang digunakan untuk mengukur diameter luar, diameter dalam, panjang, ketebalan, kedalaman lubang pada suatu komponen.
Satuan : mm (0.05), inchi (1/128)

11.Push-pull scale
Alat untuk mengukur pre-load, operating force dan dapat digunakan untuk adjustment belt tension
Satuan : kg

12.Thermometer
Alat yang digunakan untuk mengukur temperature. Exhaust (high temp), Fluida, Surface (ambient). Satuan : oC

13.Multimeter (AVO meter)
Alat yang digunakan untuk mengukur tegangan (Voltage), arus (Ampere), hambatan (Ohm) pada electrical system.

14.Chain block
Alat yang digunakan untuk mengangkat komponen, dalam penggunaanya dapat dipindahkan dimana ada tempat untuk mengaitkannya. Alat ini menggunakan prinsip katrol dengan reduksi putaran.

15.Dial gauge
Alat yang digunakan untuk mengukur endplay, runout, faceout, backlash, protusion, diameter dalam (bore gauge).
Satuan : 0.01 mm

16.White marker
Digunakan untuk memberi tanda biasanya pada kepala bolt, sebagai tanda jika bolt telah ditorque, sehingga tidak terjadi over torque ataupun pekerjaan berulang.

17.Suckle
Digunakan sebagai sambungan chain, sehingga memudahkan pengaitan ataupun pengaturan chain saat pengangkatan komponen.

18.Prebar / tomy bar
Alat berupa besi dengan salah satu ujung berbentuk tirus (lancip) sedangkan ujung lainnya bengkok seperti cangkul, yang digunakan untuk membersihkan komponen dari kotoran (tanah), dan ujung dapt digunakan sebagai pengungkit pada komponen yang kasar.

19.Wire rope/Chain
Sling baja atau rantai yang digunakan untuk pengangkatan, dimana Safe Working Loadnya tertentu, sehingga mempunyai kapasitas angkat tertentu.

20.Lifting Hook
Berupa kaitan seperti mata pancing dan digunakan pada ujung rantai, sebagai tempat mengaitkan eye bolt.

21.Dial Gauge
Alat yang digunakan untuk mengukur endplay, runout, faceout, backlash, protusion, diameter dalam (bore gauge).
Satuan : 0.01 mm (untuk 0,001 pendekatan)

22.Belt Tension Gauge
Alat yang digunakan untuk mengukur tension belt

23.Bracket lifting tool
Alat yang digunakan saat pengangkatan komponen, sehingga posisi rata dan mendatar untuk mencegah komponen terbalik karena miring ke satu sisi.

INSPECTION – MEASUREMENT
1.Fuel system Bleeding air
-Pastikan fuel dalam tank quantity mencukupi
-Check dan pastikan strainer dan water resistor tidak buntu dan buang kandungan airnya.
-Pastikan tidak terjadi kebocoran pada jalur hose atau gasket elbow suction Injection Pump
-Buka Air bleed plug pada filter atau hose inlet Injection Pump, operasikan priming pump dan buang udara yang terjebak, sampai yang menyemprot keluar hanya fuel, dan priming pump terasa berat.

2.Refilling (water, oil, fuel)
Prosedur inspection :
-Parkir unit pada permukaan yang rata dan datar
-Turunkan attachment dan posisikan pada postur parker
-Check semua fluida (water, oil, fuel) dan pastikan semua dalam range Hi-Lo

4.Ruber mounting
Visual check          :  Crack, chipping
Manual check        :  Elastisitas, Standart torque tightening
Measuring             :  Free high rubber mounting

5.Pipe & Hose Clamp
Visual check          :  Crack, oil leakage, water leakage or fuel leakage
Manual check        :  Bolt clamp tightening, Air bleeding (fuel)

6.Water / Fuel Piping & Hose
Visual check          :  Crack, water or fuel leakage
Manual check        :  Bolt clamp tightening, Air bleeding (fuel)

7.Engine Oil Pressure Sensor
Visual check          :  Broken, wiring & connector condition
Manual check        :  Thread condition
Measuring             :  Resistance & Voltage between terminal connector

8.Engine Revolution Sensor
Visual check          :  Broken, wiring & connector condition
Manual check        :  Thread condition
Measuring             :  Resistance & pulsa (voltage) between terminal connector
Adjsutment           :  Clearance tip of sensor

9.Coolant Temperature Sensor
Visual check          :  Broken, wiring & connector condition
Manual check        :  Thread condition
Measuring             :  Resistance between terminal connector

10.Engine Oil Level Sensor
Visual check          :  Broken, wiring & connector condition
Manual check        :  Thread condition
Measuring             :  Resistance between terminal connector

11.Water Level Sensor
Visual check          :  Broken, wiring & connector condition
Manual check        :  Thread condition
Measuring             :  Resistance between terminal connector

12.PTO Temp Sensor
Visual check          :  Broken, wiring & connector condition
Manual check        :  Thread condition
Measuring             :  Resistance between terminal connector

13.Fuel Control Linkage
Visual check          :  Broken, wiring & connector condition
Measuring             :  Resistance between terminal connector

14.Engine stop motor control cable
Visual check          :  Broken
Measuring             :  Total stroke dan pastikan shut-off valve dapat diposisikan OFF-ON

15. V-belt tension
Visual check          :  Crack, chipping
Measuring             :  Belt tension, alignment  (kelurusan belt)

16.Universal joint (drive shaft) (Buldozer)
Visual check:         Crack, grease lubricating, spline condition, chipping
Manual check        Torque bolt
Measuring             Bending, Twisting

17.Level sensor (switch)
Visual check :        Cable & connector conditions
Measuring :           Connectivitas (Max.1W atau Min. 1MW)

18.Temperatur & Pressure sensor (lihat standart di shop manual)
Visual check :        Cable & connector conditions
Measuring :           Resistance (W)

19.Radiator
Visual check :        Water, oil leakage, clogged (fin), cleanness
Measuring :           Radiator pressure, temperature, clogeed fin with anemometer

20.Fan guard
Visual check.         Penyok, bolt & nut mounting

21.Pedal accelerator 
Visual check          Grease lubricating
Measurement         Operating force, Play of pedal, Resistance value,
Idling Validation Switch - Connectivitas (Max.1W atau Min.1MW)

22.Alignment
Visual check          Center fan alignment
Measuring             Drive shaft alignment (bulldozer)

1.PNPB (Publication Number of Part Book)
Suatu angka yang tertera pada cover part book (pojok kanan atas) yang menunjukkan aplikasi part book tersebut sesuai dengan Serial Number dan Tipe Unit.

2.SPO (Standard Part Overhaul)
Daftar part yang dibutuhkan untuk overhaul normal sesuai umur yang direkomendasikan factory, dengan kondisi tidak terjadi kerusakan abnormal pada komponen.
APL (Application Cart List) (Remove & Install)
Daftar part yang dibutuhkan untuk Remove dan Install komponen  sesuai umur yang direkomendasikan factory, dengan kondisi tidak terjadi kerusakan abnormal.

3.PSN (Part & Service News)
Informasi dari factory berupa brosur atau leaflet yang berisikan modifikasi atau improvement pada komponen, system atau technical instruction (Prosedur Repair, Testing Adjusting) dengan tujuan untuk meningkatkan performance atau memperbaiki kelemahan dan kekurangan. Setiap PSN hanya berlaku untuk Serial Number tertentu yang sesuai.

4.Kode kode pada part book (symbol)
Kode dari factory berupa angka dan huruf, sedangkan symbol berupa gambar yang ditunjukkan pada part book, dengan tujuan untuk mempermudah proses pemilihan part yang akan diorder, sehingga dapat mencegah kesalahan order atau double order (karena komponen ass"y dan separated diorder secara bersamaan). Dan juga mempermudah pencarian komponen yang berkaitan atau saling berhubungan.

5.Reusable part
Part yang masih dapat digunakan lagi setelah dilakukan visual check dengan membandingkan dengan reusable book, dan hasil pengukuran masih dalam range yang diijinkan sesuai maintenance standart atau Quality Assurance.

6.Engine related parts
Parts yang diperlukan saat penggantian engine, dan biasanya masuk dalam APL (Application part List) contoh hose, oring, gasket, rubber mounting, clamp, dsb.

7.Quality Assurance
Prosedur dan urutan langkah kerja yang harus dilakukan saat melakukan suatu pekerjaan Overhaul atau Remove Install, dimana didalamnya terdapat Critical Point dan Item Measurement yang harus diperhatikan dan dilakukan, sehingga dapat mencegah Redo ataupun premature damage

8.Job Schedule Sheet
Suatu rencana urutan pekerjaan yang harus dilakukan berdasarkan estimasi waktu pengerjaan, sehingga progress atau tingkat penyelesaian satu tahap pekerjaan dapat diketahui, dengan demikian kendala selama tahap pengerjaan dapat diminimalkan.

9.Panduan Kwalitas Kerja
Suatu buku panduan kerja yang disusun berdasarkan pengalaman yang pernah dilakukan, sehingga didapatkan cara penanganan suatu pekerjaan dengan lebih efektif dan efesien.

TESTING AND ADJUSTING
1.Water leak of cooling system
Visual check       : Check kebocoran dari sambungan hose, piping pada cooling system
Gunakan radiator cap tester untuk memastikan setting pressure valvenya.

2.Engine performance
Lakukan pengukuran item sebagai berikut :
-T/C stall speed
-Hyd stall speed
-Full stall (T/C & Hyd stall speed)
-Boost pressure
-Exhaust temperature
-Blow-by pressure
-Engine oil pressure

3.Electrical system
Lakukan pemeriksaan pada item berikut
-Posisikan Starting switch ON
-Kemudian posisikan start (hidupkan engine)
-Pastikan semua check, caution dan warning lamp tidak ada yang menyala
-Pastikan User code dan service code tidak terjadi.
-Aktifkan semua switch system dan pastikan semuanya bekerja normal. (head & work lamp, wiper, horn, transmission and steering control (buldozer), machine push-up, heavy lift (PC) dan semua system yang ada pada unit.

4.Fuel control linkage (mechanical governor)

5.Engine low and high speed (mechanical governor)
Kondisi pengukuran : Temperature ,Air radiator dan oli T/C, oli hydraulic dalam range kerja
-Pasang tachometer atau gunakan display unit untuk mengukur speed engine saat Low dan high idle.

6.Engine stall speed
Kondisi pengukuran : Temperature ,Air radiator dan oli T/C, oli hydraulic dalam range kerja
-Pasang tachometer atau gunakan display unit untuk mengukur speed engine, pada saat Torque converter Stall. (untuk detail prosedur : lihat shop manual)

Troubleshooting
1.Engine hunting
-Check dan pastikan tidak terjadi kebocoran pada sisi inlet fuel pump, lakukaan pemeriksaan hose dan piping dari outlet fuel tank sampai inlet fuel tank.

2.Engine overheating
-Check level air radiator
-Check fan belt tension
-Check Radiator Fin
-Check kebocoran cooling system, dsb

3.Engine high idle tidak tercapai
-Check linkage throttle lever dan decelerator pedal (bulldozer mekanikal governor)
-Check saat lever throttle posisi high idle, linkage fuel FIP menyentuh posisi High stopper
-Check resistance fuel control dial dan decelerator pedal (bulldozer electric governor)
-Check resistance fuel control dial (PC electrical governor)

4.Engine vibration
-Check front damper engine
-Check rubber mounting engine
-Check kondisi blade fan (bengkok, patah, tidak balance, dsb)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar