Sabtu, 04 Oktober 2014

MENGENAL STARTING MOTOR

KOMPONEN-KOMPONEN STARTER MOTOR
Starter motor adalah salah satu komponen starting sistem yang berfungsi untuk menggerakkan flywheel engine. Starter motor ini terdiri dari beberapa komponen yaitu : Magnetik Switch (Solenoide), Drive (pinion), Brushes, Brush Holder, Bushing,Plunger, Armature, Field Coil, Seal.

1. Solenoid
Solenoide adalah komponen dari starting motor yang berfungsi untuk menggerakkan plunger starting motor agar gear pinion dan ring gear flywheel engaged dan menghubungkan antara terminal B dan terminal M pada solenoide. 

2. Drive (pinion)
Pinion adalah komponen yang menjadi media untuk mentransfer putaran starting motor ke ring gear flywheel engine. 
Pinion dilengkapi dengan one way clutch. One way clutch dapat berputar dalam satu arah saja, dan tidak bisa berputar dalam arah yang lain. 

3. Brushes
Brush adalah komponen yang menjadi media penyalur arus listrik dari battery ke armature coil.

4. Brush holder
Brush Holder adalah kompnen yang menjadi tempat dudukan brush untuk menjamin brush selalu terhubung dengan armature.

5. Bushing
Bushing adalah komponen yang berfungsi sebagai dudukan shaft starter motor agar shaft dapat berputar secara sempurna. 

6. Plunger
Plunger adalah komponen yang berfungsi sebagai komponen yang akan tertarik pada saat solenoide energize sehingga akan menghubungkan terminal B dan M. 

7. Armature Coil
Armature Coil adalah komponen yang berfungsi sebagai penghantar yang akan dialiri arus sehingga pada saat berpotongan dengan garis-garis gaya magnet akan terlempar sebagai putaran.   

8. Field Coil
Field Coil adalah komponen yang menjadi kutub-kutub magnet sehingga menghasilkan garis-garis gaya magnet yang akan berpotongan dengan armature coil. 

9. Seal
Seal adalah komponen yang berfungsi sebagai penyekat agar komponen dalam starter motor aman dari terkena air, debu, dan lain-lain.

PRINSIP KERJA STARTER MOTOR
1.Prinsip kerja starter motor
Pada dasarnya prinsip kerja starting motor sama dengan prinsip kerja motor pada umumnya. Yaitu akan berputar pada saat terjadi perpotongan antara kumparan yang dialiri arus memotong garis-garis gaya magnet. 

2.Prinsip kerja solenoide
Prinsip kerja solenoide adalah dengan memanfaatkan kemagnetan yang terjadi pada solenoide (Pull in coil dan Hold in coil), sehingga Pull in coil akan menarik plunger yang ada di tengahnya. Kemudian Hold in coil akan mempertahankan Plunger pada posisinya sehingga akan membuat terminal B dan M tetap berhubungan. 

JENIS-JENIS STARTER MOTOR
a. Straight drive
Prinsip pengoperasian starter motor type straight drive adalah pinion secara langsung terikat dengan armature dan mendorong ke dalam mesh dan berputar pada saat yang sama ketika starter motor mendapat power.Starter motor yang menggunakan tipe ini adalah Delco dan Bosch.

b. Reduction drive
Tipe ini mempunyai gear roda gigi reduksi gear box antara drive dan armature untuk meningkatkan torsi. Starter motor yang menggunakan tipe ini adalah Denso untuk Land cruiser. 

c.  Planetary drive
Tipe ini mempunyai reduksi gear box dalam bentuk planetary untuk menghasilkan torsi besar, biasa digunakan pada tipe Iska. 

d. Inertia drive / pre-engaged
Inertia adalah melepas pinion ke dalam mesh sebagai inersia untuk memutar motor lebih cepat, Pre-engagaged adalah menggunakan solenoide dan lever untuk melalui pinion keluar
ke dalam mesh.

e.Coaxial
Tipe ini menggunakan dan dilengkapi solenoide dalam starting motor dan keseluruhan armature bergerak menekan pinion ke dalam mesh.

f. Prelube
Prelube mempunyai sebuah pompa oli integral untuk pelumasan awal engine sebelum start. 

REPAIR KIT
Repair Kit adalah Komponen-komponen yang akan digunakan untuk menggantikan komponen yang sudah aus pada starting motor.
1.Brush
2.Seal
3.Armature

IDENTIFIKASI STARTER MOTOR
SPESIFIKASI STARTER MOTOR
Starter motor dapat dibedakan berdasarkan spesifikasi yang dimilikinya, spesifikasi starter motor komatsu adalah sebagai berikut :
1.Voltage – V
2.Centre to centre – C-C
3.Flange diameter
4.Out of mesh clearance
5.Number of teeth on the pinion head
6.Pinion head diameter – mm
7.Rotation – CW or CCW
8.Wet clutch or dry ( oil filled bell housing)
9.Mount hole diameter –mm – Threaded?
10.Total length –mm (D).
11.Position of the solenoid – clock / degÂș

PENGETESAN STARTER MOTOR
PENGETESAN STARTER MOTOR TANPA BEBAN (RUNNING TEST)

Pengetesan Starter motor tanpa beban dapat dilakukan dengan cara mejalankan starter motor dan kemudian mengukur berapa RPM nya menggunakan tachometer. 

PENGETESAN KOMPONEN
1.Solenoid
Pengetesan solenoide dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :
a.Pengetesan dengan mengukur resistansi Pull in coil dan resistansi Hold in coil menggunakan Ohmmeter.
Jika Ohmmeter menunjukkan mendekati 0 Ohm, berarti Pull in coil bagus. Tetapi jika menunjukkan ~ Ohm, maka Pull in coil jelek. 

b.Pengetesan langsung dengan memberikan tegangan ke Pull in coil dan Hold in coil. 
Jika pada Ohmmeter menujukkan mendekati 0 Ohm berarti Hold in coil bagus. Tetapi jika menunjukkan ~ Ohm, maka Pull in coil jelek. Hal ini menunjukkan bahwa Hold in coil mampu mempertahankan terminal B dan M masih tetap berhubungan. 

2.Pinion
Pinion meggunakan sistem one way clutch. System one way clutch ini adalah dapat diputar hanya satu arah saja.Pengetesan pinion dapat dilakukan dengan cara memutar pinion secara manual menggunakan tangan ke arah yang berbeda, jika ke salah satu arah mau berputar dan ke arah yang lain tidak mau berputar berarti pinion masih baik, tetapi jika ke dua arah mau berputar maka pinion tidak baik. 

3.Brushes
Untuk mengetahui bahwa Brushes masih dapat digunakan atau tidak maka dapat diukur ketebalan brushes kemudian dibandingkan dengan nilai standard.

4.Armature
Pengetesan Armature dapat dilakukan dengan cara mengukur resistansi    armature terhadap ground (insulation test armature). Kemudian membandingkan dengan nilai standar.Juga periksa secara visual apakah isolasi dari masing-masing konduktor masih bagus. 

5.Field coil
Pengetesan Field coil dapat dilakukan dengan cara mengukur resistansi    masing-masing field coil terhadap ground (insulation test field coil). Kemudian memeriksa secara visual apakah isolasi dari masing-masing lilitan masih bagus.